UNTUK PUAN

Untuk Puan
Seorang gaib pada gulita
Tafsiranmu kedua kelopak mata
Di antara alis-alis tebal yang memukau
Layaknya rekaan sakral pada bingkai kotak figura
sembari duduk manis, menyeka gembok-gembok yang harus segera ku buka
di mana harus kutemukan kunci-kunci yang utuh
sedang engkau berlalu-lalang

Mula-mula bercakap lembut untuk meretas sapa
Alasan logis dibeli dengan setangkai kembang
Yang sempat layu karena kemarau
Saling menunda mengungkap rasa pada curah gerimis
Saling menunda takdir pada tetes hujan terakhir
Tiadalah...

Sekejap mimpiku ternoda
Karena kekosongan adalah hampa

Rck, Maret 2014

Komentar