Merunut pada flamboyan
Bunga yang berguguran di penghujung maret
Karena hujan tak menentu arah jarum jam
Beribu nuansa untuk sekedar singkat duduk berdua di taman
Pada angin yang menghabarkan rayuan
Dan pada awan yang mulai mendung merintih tangisan tentang kepergian
Aku tidak ‘kan lama menjual waktu padamu
Hanya meminta tempo alakadar seorang pria yang sedang merantau
Menyuapi rasa dari kejauhan dan menegak pil pahit atas candu paras wajahmu
Hey, Puan. Dunia ini terlalu singkat untuk kau tangisi
Kau terlalu larut dalam film Romantis yang aku tak sudi melihatnya
Coba kau lihat flamboyant yang berguguran itu !
Dia unik dan memberi warna
Dibelahan dunia lain, biarkan nanti aku mencari parasmu dari purnama, dari pelangi, dari hujan yang mulai reda, dan dari suasana malam ketika sunyi
Tetapi saat ini aku menginginkan tetesan air matamu
dan kau malah menemuiku di tanah kuburan.
Jatinangor, Maret 2014
Bunga yang berguguran di penghujung maret
Karena hujan tak menentu arah jarum jam
Beribu nuansa untuk sekedar singkat duduk berdua di taman
Pada angin yang menghabarkan rayuan
Dan pada awan yang mulai mendung merintih tangisan tentang kepergian
Aku tidak ‘kan lama menjual waktu padamu
Hanya meminta tempo alakadar seorang pria yang sedang merantau
Menyuapi rasa dari kejauhan dan menegak pil pahit atas candu paras wajahmu
Hey, Puan. Dunia ini terlalu singkat untuk kau tangisi
Kau terlalu larut dalam film Romantis yang aku tak sudi melihatnya
Coba kau lihat flamboyant yang berguguran itu !
Dia unik dan memberi warna
Dibelahan dunia lain, biarkan nanti aku mencari parasmu dari purnama, dari pelangi, dari hujan yang mulai reda, dan dari suasana malam ketika sunyi
Tetapi saat ini aku menginginkan tetesan air matamu
dan kau malah menemuiku di tanah kuburan.
Jatinangor, Maret 2014
Komentar
Posting Komentar