Kala itu, kala gerimis
Takdir berpapasan dua insan
Mencari tanya yang di sengaja
Menebak terpa lekas ia jawab
Tiada payung yang menjadi peneduh
Namun, gerimis mengawali akrab
Melewati jalan demi jalan
Ada duka di waktu singkat
Sesaat jemari dilambaikan
Seceduk duka ataukah rasa dari tetes gerimis
Amat dingin untuk dibicarakan
Lantas pulang dengan mata kosong
Rck, januari 2014
Takdir berpapasan dua insan
Mencari tanya yang di sengaja
Menebak terpa lekas ia jawab
Tiada payung yang menjadi peneduh
Namun, gerimis mengawali akrab
Melewati jalan demi jalan
Ada duka di waktu singkat
Sesaat jemari dilambaikan
Seceduk duka ataukah rasa dari tetes gerimis
Amat dingin untuk dibicarakan
Lantas pulang dengan mata kosong
Rck, januari 2014
Komentar
Posting Komentar