Dalam bimbang, kita lelap menumbu khalayak ramai. Ketika awam tak
layak menerpa mengapa dan kenapa. Lalu dimana teka-teki yang selama ini
kau isi. Katanya, kau terlanjur membumbui, agar terasa hambar dari
imajinasi manismu.
Celoteh tungku berbuih. Sudah matang untuk segera melepas dahaga. Sudahlah, terik melepas senja dan kau masih menghitung jari. Dia tak lain adalah aku yang kau curi dari seperempat perjalan. Berbagi sepi ditepian pantai tak berpenghuni, diantara gubuk-gubuk kecil yang kau nyalakan sendiri lilin-lilinnya. Lalu meratap pada pasir putih kau mengharu biru.
Kini, kau duduk melihat matahari ditelan laut yang mulai surut. Merayu kursi kosong disebelah kananmu dan masih asing untuk dibicarakan. Angin mengabarkan bunyi-bunyi ombak untuk kesekian kalinya bertutur ria. Namun, tak ada sedikitpun suara jejak dari kejauhan untuk sekedar memberi rambu.
tak ada lagi kepulan dari dua cangkir teh hangat yang tertata bijak. Ratapanmu masih jauh mendalami laut, ataukah mungkin mencari-cari bayangan matahari yang entah kemana, nan jauh disana. Berguru pada senja dan membius candu pada ratapan petang.
Rck, 4 Februari 2014
Celoteh tungku berbuih. Sudah matang untuk segera melepas dahaga. Sudahlah, terik melepas senja dan kau masih menghitung jari. Dia tak lain adalah aku yang kau curi dari seperempat perjalan. Berbagi sepi ditepian pantai tak berpenghuni, diantara gubuk-gubuk kecil yang kau nyalakan sendiri lilin-lilinnya. Lalu meratap pada pasir putih kau mengharu biru.
Kini, kau duduk melihat matahari ditelan laut yang mulai surut. Merayu kursi kosong disebelah kananmu dan masih asing untuk dibicarakan. Angin mengabarkan bunyi-bunyi ombak untuk kesekian kalinya bertutur ria. Namun, tak ada sedikitpun suara jejak dari kejauhan untuk sekedar memberi rambu.
tak ada lagi kepulan dari dua cangkir teh hangat yang tertata bijak. Ratapanmu masih jauh mendalami laut, ataukah mungkin mencari-cari bayangan matahari yang entah kemana, nan jauh disana. Berguru pada senja dan membius candu pada ratapan petang.
Rck, 4 Februari 2014
Komentar
Posting Komentar